Kenali 7 Jenis Penyakit Yang Sering Menyerang Kenari

Tempat Berbagi Tips Burung, Cara Merawat Burung, Suara Burung, Penyakit Burung, Download Mp3 Burung, Download Suara Burung, Perawatan, Obat Burung, Cara, Kicau :Kenali 7 Jenis Penyakit Yang Sering Menyerang Kenari. Salah satu burung favorit para pecinta burung berkicau adalah kenari. Memelihara kenari memang tidaklah terlalu sulit dalam perawatannya, namun ada baiknya kita juga mengetahui beberapa penyakit yang biasa menyerang kenari. Setidaknya ada 7 jenis penyakit kenari yang sering terjadi, antara lain:

Kenali 7 Jenis Penyakit Yang Sering Menyerang Kenari
Kenali 7 Jenis Penyakit Yang Sering Menyerang Kenari
#1. Pernapasan
Penyebab terjadinya gangguan pernapasan adalah karena adanya E. Coli (virus sejenis mycoplasma gallisepticcum) yang menginfeksi saluran pernapasan. Virus ini dapat menyerang kenari jantan maupun betina, jika kondisi sudah kronis maka akan sulit untuk disembuhkan dan bahkan bisa terjadi kematian.

Penyakit pernapasan ini dapat menular, penularan biasanya terjadi karena adanya kontak langsung antara kenari yang terinfeksi dengan kenari yang sehat. Selain terjadinya kontak secara langsung, gangguan pernapasan juga bisa menular melalui makanan, minuman, sangkar/kandang yang tidak bersih, serta makanan maupun minuman yang tercemar oleh kotoran burung yang sakit.

Kenari yang terkena penyakit ini biasanya sering bersin, napas ngorok terutama pada cuaca dingin malam hari, adanya lender pada hidung, serta burung tidak lincah seperti biasanya.

#2. Salmonellosis atau Pullorum
Jenis penyakit ini biasa disebut dengan berak kapur. Salmonella pullorum menginfeksi saluran pencernaan burung, penyakit ini juga bersifat menular. Sedangkan tanda-tanda kenari terkena penyakit ini adalah tekstur kotoran burung cair dan berwarna putih layaknya kapur, penurunan nafsu makan, muka terlihat pucat, bulu tidak rapi, sayap menggantung, dan burung tidak lincah/bergairah.

#3. Penyakit Snot
Penyakit ini disebabkan oleh virus Hemophillus gallinarum yang menyerang bagian wajah burung. Akibat virus ini maka akan terjadi pembengkakkan dan timbul benjolan berwarna merah sekitar hidung, mata, serta telinga. Penyakit ini juga bersifat menular, penularan terjadi melalui udara, debu, minuman, makanan, dan keturunan.

Burung kenari yang terkena snot maka bagian muka akan bengkak, hidung berlendir, bersin-bersin, napas sesak, serta nafsu makan berkurang.

#4. Penyakit Bulbul
Semua jenis burung dapat terkena bumble foot atau bulbul. Penyakit ini disebabkan oleh adanya bakteri staphylo coccus yang menyerang permukaan kulit burung, terutama pada telapak kaki. Burung yang terkena penyakit bulbul biasanya disebabkan kurang bersihnya kondisi sangkar, khususnya tempat tenggeran.

Penyakit bulbul pada burung bisa kita kenali dengan adanya pembengkakkan pada kaki, kuku memanjang, serta sisik pada kaki melebar.

#5. Penyakit Cacingan
Tidak hanya manusia, burung juga bisa terkena penyakit cacingan. Penyakit ini akan menyerang pada saluran pencernaan dan hati. Penyebab timbulnya cacingan pada burung adalah cacing gilig, cacing pita, cacing tambang, dan cacing hati.

Kenari yang terkena cacingan dapat ditandai dengan gairah burung berkurang, penurunan nafsu makan, lemah, bulu tidak rapi, kotoran bertekstur cair, dan berat badan turun.

#6. Penyakit Mencret
Ada dua macam penyakit mencret yang sering terjadi pada kenari, yaitu:

1. Mencret yang disebabkan oleh bakteri yang menginfeksi saluran pencernaan.
Tanda-tanda mencret karena bakteri adalah kotoran burung akan berbentuk cair, berbau busuk, berwarna keruh, kelincahan burung menurun, serta hilang nafsu makannya. Penyakit mencret karena bakteri bersifat menular.
2. Mencret karena keracunan makanan.
Burung yang terkena mencret yang disebabkan karena keracunan makanan bisa dilihat dari kotoran yang cair dan tidak begitu busuk baunya, nafsu makan dan aktifitas burung tetap tinggi. Penyakit mencret karena racun makanan tidak menular.

#7. Kutu Pada Burung
Penyebab utama kutu pada burung adalah karena kondisi kandang yang kotor, lembab, dan pemandian yang kurang. Burung yang terkena kutu dapat menganggu proses produksi dan penetasan telur yang sedang dierami, sedangkan pada kenari jantan akan berakibat jarang berbunyi.

Kenari yang terserang kutu akan selalu gelisah, sering didis (gigit bulu), jarang bersuara, jika disingkap bulu burungnya maka akan terlihat kutu-kutu yang sedang bergerak disela-sela bulu. Jika kondisi ini tidak segera diobati maka dapat mengakibatkan nafsu makan burung berkurang dan bisa mengakibatkan kematian.

Dari 7 jenis penyakit yang sering menyerang kenari penyebab utamanya adalah karena faktor kebersihan yang mengakibatkan timbulnya virus atau bakteri. Oleh sebab itu jika burung peliharaan anda khususnya kenari ingin tetap sehat, maka perlu dijaga kebersihan burungnya, kandang, tempat makan/minum, dan makanan dan minuman. Sumber referensi artikel kenariku.tripod.com.
___________________________________________________________________________________________
download suara kicau, kicau gacor, merawat burung, penyakit burung, suara burung, suara kicau, suara kicauan, tips burung, tips burung pleci, tips merawat, tips perawatan, download kicau, kicau mp3, merawat burung, suara burung mp3, suara kicau, tips merawat, Tips Burung, Cara Merawat Burung, Suara Burung, Penyakit Burung, Download Mp3 Burung, Download Suara Burung, Perawatan, Obat Burung, Cara, Kicau

Perawatan Burung Eksotis Si Jalak Bali

Tempat Berbagi Tips Burung, Cara Merawat Burung, Suara Burung, Penyakit Burung, Download Mp3 Burung, Download Suara Burung, Perawatan, Obat Burung, Cara, Kicau :Perawatan Burung Eksotis Si Jalak Bali. Jalak bali merupakan salah satu jenis burung yang memiliki tampilan eksostis. Burung berbulu putih serta berjambul panjang yang sangat mempesona sehingga menjadi daya tarik bagi pecinta burung untuk memilikinya. Selain keindahan bulunya yang putih bersih, jalak bali juga mempunyai suara kicau yang merdu. Namun penampilan indah jalak bali tersebut akan bisa dinikmati jika anda melakukan perawatan dengan benar, tidak asal-asalan.

Perawatan Burung Eksotis Si Jalak Bali
Perawatan Burung Eksotis Si Jalak Bali
Burung jalak bali juga salah satu hewan yang dilindungi, oleh sebab itu jika anda ingin memelihara dan merawat jalak bali harus mengantongi ijin berupa sertifikat dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dan Surat Angkut Tumbuhan dan Satwa Dalam Negri (SATDN). Tetapi jika anda membeli pada penangkaran resmi tentunya sudah dilengkapi dengan sertifikat.

Pola Perawatan Jalak Bali

Perawatan jalak bali agar mampu tampil menarik dan rajin berkicau tidak jauh berbeda dengan burung-burung lainnya. Tetapi jika anda ingin mengetahui cara perawatan burung ini, berikut ada tips yang ditulis Samsul Hadi yang kami kutip dari Kompasiana.

Perawatan harian pada burung jalak bali yang paling utama adalah pemberian makanan. Makanan yang baik adalah terdiri dari beberapa jenis yang memiliki kandungan nutrisi saling melengkapi, misalnya buah-buahan dan serangga. Sedangkan untuk voer, banyak pemelihara menyukai kandungan protein pada voer yang tinggi. Voer berprotein tinggi biasanya ada pada voer untuk ayam, lele, atau voer hijau biasa.

Pemberian buah-buahan sebisa mungkin harus bervariasi agar burung tidak merasa bosan, misalnya satu hari pisang kepok kemudian satu hari lagi diberi pepaya. Sedangkan pakan tambahan berupa serangga, antara lain jangkrik, ulat kandang, ulat hongkong, dan kroto. Pemberian EF serangga dilakukan seperti berikut:

- Pada pagi hari, berikan ulat hongkong atau ulat kandang sekitar 4-5 sendok makan.
- Pemberian jangkrik yaitu 5 ekor pada pagi hari dan sore hari berikan 10 ekor.
- Pemberian kroto cukup 2 atau 3 kali dalam seminggu sebanyak 1 sendok teh.

Mandi dan penjemuran

Perawatan pada burung jalak bali tidak hanya pada pemberian makanan saja, namun seperti pada rawatan burung-burung lainnya jalak bali juga harus dimandikan dan dijemur. Mandi burung bisa dilakukan setiap pagi dan sore hari dengan cara disemprot atau dikeramba, setelah mandi burung diangin-anginkan baru kemudian dijemur.

Menambah Keindahan Kicau Jalak Bali

Jika menginginkan kicau jalak bali lebih indah maka diperlukan metode pemasteran, yaitu memasukan suara jenis burung lain pada burung yang dimaster. Walaupun tanpa dimaster burung ini sebenarnya sudah memiliki suara nyanyian yang indah, tetapi jika ingin menambah variasi suara tentu perlu dilakukan pemasteran. Selain itu banyak kasus menunjukkan bahwa pemasteran dapat membuat burung menjadi lebih terlatih dan mengakibatkan burung mudah terpancing untuk berkicau.

Itulah sedikit tips perawatan jalak bali, semoga artikel ini dapat membantu bagi anda yang ingin memelihara burung eksotis asli dari Indoneisa ini.
___________________________________________________________________________________________
download suara kicau, kicau gacor, merawat burung, penyakit burung, suara burung, suara kicau, suara kicauan, tips burung, tips burung pleci, tips merawat, tips perawatan, download kicau, kicau mp3, merawat burung, suara burung mp3, suara kicau, tips merawat, Tips Burung, Cara Merawat Burung, Suara Burung, Penyakit Burung, Download Mp3 Burung, Download Suara Burung, Perawatan, Obat Burung, Cara, Kicau

Merias Kualitas Suara Pleci

Tempat Berbagi Tips Burung, Cara Merawat Burung, Suara Burung, Penyakit Burung, Download Mp3 Burung, Download Suara Burung, Perawatan, Obat Burung, Cara, Kicau :Merias Kualitas Suara Pleci. Saat membeli pleci ada hal-hal yang perlu dilakukan agar burung peliharaan yang sudah kita punya dapat tampil menarik baik bentuk maupun suara kicauannya. Perawatan yang baik dan benar tentu akan membuat burung menjadi sehat, senang, dan tentunya akan rajin berkicau setiap hari.

Merias Kualitas Suara Pleci
Merias Kualitas Suara Pleci
Saat pleci rajin mengeluarkan suara (berkicau) tentunya akan membuat kita merasa bangga, karena tujuan utama membeli burung berkicau tentunya ingin mendengar nyanyiannya. Untuk memperoleh apa yang kita inginkan pada burung peliharaan ada beberapa hal yang wajib kita lakukan, yaitu merawatnya dengan kasih sayang.

Memperbaiki Kualitas Suara Pleci

Banyak pemelihara pleci yang kecewa karena burung peliharaannya tidak rajin berkicau, bahkan cuma loncat-loncat saja dalam kandang tanpa pernah mengeluarkan suara. Kondisi seperti ini tentunya akan membuat tentunya akan membuat jenuh pemeliharanya karena tujuan utama seperti yang dikatakan diatas tidak tercapai.

Ada beberapa penyebab kenapa burung pleci tidak mau berkicau, antara lain adalah:

#1. Kondisi fisik burung tidak baik
Kondisi fisik/tubuh burung yang tidak baik sangat berpengaruh pada suara pleci. Sama halnya dengan manusia, jika kondisi fisik tidak baik maka akan mengurangi keaktifan dan cenderung berdiam diri, oleh karena itu prioritas utama agar pleci rajin berkicau adalah memperbaiki kondisi fisik burung tersebut.

Memperbaiki kondisi tubuh pleci bisa dilakukan dengan member makanan alami serta makanan tambahan, seperti EF sedikit lebih banyak dari yang dilakukan sebelumnya. Pemberian madu juga sangat baik bagi kesehatan pleci, madu bisa anda campurkan dengan voer atau dioleskan ke buah pisang.

Selain pemberian makanan, factor yang penting lainnya adalah memandikan burung. Mandi bagi burung selain untuk membersihkan tubuh dan bulu juga mampu meredakan stress. Lakukanlah pemandian sesering mungkin minimal 2 atau 3 kali dalam sehari.

#2. Pengembunan burung Pleci
Proses pengembunan yaitu menempatkan pleci diluar rumah. Lakukan pengembunan pada pagi hari sekitar pukul 5.30 hingga matahari terbit. Proses ini bisa anda terapkan pada pleci yang masih anakan/bakalan ataupun yang sudah rajin berkicau.

#3. Pertemukan sesama jenis
Mempertemukan pleci dengan burung sejenis, baik jantan maupun betina agar setelah dipisahkan bisa saling bersahutan. Cara ini juga bertujuan guna merangsangnya agar rajin berkicau seperti pada saat pleci dialam bebas yang saling bersahut-sahutan dalam bersuara.

#4. Dengarkan suara air
Mendengarkan dengan suara air bertujuan agar pleci merasa seperti dihabitat aslinya. Cara ini bisa anda lakukan dengan menempatkan sangkar dekat kolam, akuarium, atau kamar mandi agar burung dapat mendengar gemricik suara air. Atau juga dapat memperdengarkan melalui suara gemercik air dalam format audio mp3.

#5. Memperdengarkan dengan burung yang bersuara sejenis
Membuat pleci agar rajin berkicau bisa dilakukan dengan mendekatkan atau memperdengarkan nada suara burung yang sejenis. Akan lebih baik jika memperdengarkan suara pleci, namun jika tidak ada bisa diperdengarkan dengan burung lainnya yang memiliki nada suara mirip, seperti mozambiq, kenari, pare-pare, blackthroat, dan lain-lain.


Memiliki pleci dengan kualitas suara yang bagus tentu akan membuat pemeliharanya merasa bangga, apalagi jika di ikut sertakan dalam perlombaan menjadi juara. Oleh sebab itu lakukan perawatan dengan baik agar burung juga akan memberikan feedback yang baik juga, yaitu rajin berkicau. *referensi artikel: fp burung pleci.
___________________________________________________________________________________________
download suara kicau, kicau gacor, merawat burung, penyakit burung, suara burung, suara kicau, suara kicauan, tips burung, tips burung pleci, tips merawat, tips perawatan, download kicau, kicau mp3, merawat burung, suara burung mp3, suara kicau, tips merawat, Tips Burung, Cara Merawat Burung, Suara Burung, Penyakit Burung, Download Mp3 Burung, Download Suara Burung, Perawatan, Obat Burung, Cara, Kicau

3 Masalah Yang Kerap Terjadi Pada Murai Batu

Tempat Berbagi Tips Burung, Cara Merawat Burung, Suara Burung, Penyakit Burung, Download Mp3 Burung, Download Suara Burung, Perawatan, Obat Burung, Cara, Kicau :3 Masalah Yang Kerap Terjadi Pada Murai Batu. Mempunyai burung murai batu yang berpenampilan menarik dan indah dalam berkicau merupakan point atau tujuan utama dalam memeliharanya. Namun menariknya tampilan dan indahnya suara bergantung pada kondisi kesehatan burung tersebut, jika burung dalam keadaan sakit tentu saja penampilan jadi tidak menyenangkan dan enggan untuk berkicau.

3 Masalah Yang Kerap Terjadi Pada Murai Batu
3 Masalah Yang Kerap Terjadi Pada Murai Batu
Saat merawat burung peliharaan khususnya murai batu seringkali menghadapai berbagai masalah kesehatannya baik fisik maupun mental. Berikut beberapa masalah yang biasanya sering terjadi pada MB dan cara penanganannya yang kami kutip dari blog muraibatuaceh:

Murai Batu suara serak

Suara serak yang terjadi pada MB umumnya disebabkan karena melakukan penjemuran yang berlebihan, adanya luka pada tenggorokan yang diakibatkan karena makanan (biasanya luka akibat duri pada kaki jangkrik), dan terjadinya perubahan cuaca yang bersifat ekstrim.

Solusi dalam menangani permasalahan suara serak pada MB maka hindari penjemuran murai batu secara berlebihan atau terlalu lama, tutup sangkar dengan kerodong jika terjadi perubahan cuaca yang ekstrim, member minuman larutan penyegar (tidak berasa) sebagai pengganti air minum, pemberian EF berupa jangkrik sebaiknya dibuang bagian kaki dan kepalanya terlebih dahulu, berikan makanan tambahan berupa cacing saat proses penyembuhan, bersihkan kandang dari kotoran.

Murai Batu angkat kaki sebelah

Masalah yang terjadi pada MB yang mengangkat kaki sebelah biasanya disebabkan karena adanya kejang pada kaki atau otot kaki yang tertarik, kuku yang terluka, dan telapak kaki yang mengalami luka.

Solusi penanganganan pada MB yang angkat kaki sebelah jika dikarenakan kejang biasanya burung akan menyembuhkannya sendiri, proses penyembuhan biasanya dengan mengangkat kaki serta menyembunyikannya dibagian bawah dada. Namun jika dalam melakukan proses ini terlalu lama, maka sebaiknya segera oleskan minyak tawon pada bagian kaki yang selalu diangkat.

Sedangkan jika proses angkat kaki karena terdapat luka dan mengeluarkan darah, lakukan pembersihan pada kaki yang terluka kemudian berikan betadine untuk mencegah terjadinya infeksi. Selama menjalani proses pemulihan sebaiknya murai batu dalam kondisi dikerodong dan tempatkan pada ruangan yang tenang.

Nafsu makan Murai Batu berkurang

Berkurangnya nafsu makan pada MB biasanya disebabkan karena keracunan yang bersumber dari komsumsi makanan maupun minuman, burung mengalami stress berat, kurangnya persediaan makanan maupun minuman dalam waktu yang lama.

Solusi penanganannya adalah selalu menjaga kondisi kebersihan kandang, ganti voer yang sudah lama dan minuman diganti setiap pagi.

Jika kurangnya nafsu makan akibat stress, maka tempatkanlah murai batu pada tempat yang tenang dan pencahayaan yang cukup sambil sangkar dikerodong. Berikan juga obat stress dan penambah nafsu makan yang banyak dijual ditoko-toko burung.

Selalu pantau kondisi burung dan berikan EF (extra fooding) lebih dari biasanya sampai kondisi Murai Batu menjadi normal kembali.
___________________________________________________________________________________________
download suara kicau, kicau gacor, merawat burung, penyakit burung, suara burung, suara kicau, suara kicauan, tips burung, tips burung pleci, tips merawat, tips perawatan, download kicau, kicau mp3, merawat burung, suara burung mp3, suara kicau, tips merawat, Tips Burung, Cara Merawat Burung, Suara Burung, Penyakit Burung, Download Mp3 Burung, Download Suara Burung, Perawatan, Obat Burung, Cara, Kicau

Tetap Bertahan Di Musim Penghujan

Tempat Berbagi Tips Burung, Cara Merawat Burung, Suara Burung, Penyakit Burung, Download Mp3 Burung, Download Suara Burung, Perawatan, Obat Burung, Cara, Kicau :Tetap Bertahan Di Musim Penghujan. Seringkali jika musim penghujan datang maka kita sebagai pemelihara burung berkicau harus selalu waspada akan kondisi kesehatan peliharaannya, agar mampu bertahan dengan perubahan cuaca yang dapat menyebabkan burung tidak fit tubuhnya dan terutama timbulnya berbagai penyakit.

Tetap Bertahan Di Musim Penghujan
Tetap Bertahan Di Musim Penghujan
Sebagai pemelihara burung tentu kita harus selalu memperhatikan kondisi tubuhnya saat musim penghujan datang. Perubahan pola perawatan burung dari yang biasanya kita lakukan penjemuran, namun dengan adanya hujan maka tidak bisa dilakukan. Karena pola perawatan berubah tersebut maka dapat mengakibatkan kondisi kesehatan burung bisa menurun yang juga akan membuat burung tidak mengeluarkan suara kicauannya.

Selain dari sisi kesehatan yang menurun, musim penghujan juga dapat mengakibatkan datangnya berbagai penyakit terutama jika kita tidak menjaga kebersihan sangkar/kandang.

Burung masuk angin dan pilek saat musim hujan

Penyakit yang umum menyerang burung pada musim hujan biasanya adalah masuk angin dan pilek. Burung yang sedang masuk angin akan menjadi pendiam (tidak aktif), mengembangkan bulu dan Jika terkena pilek biasanya akan banyak lendir di hidung.

Guna menjaga kondisi burung agar tetap prima disaat musim hujan lakukan perawatan terbaik, seperti memberikan vitamin (bisa anda dapatkan di toko burung), menambah porsi EF dari pola perawatan biasanya (seperti jangkrik, ulat hongkong, kroto) guna menghangatkan tubuh, bersihkan sangkar tiap hari (kondisi lembab akan menimbulkan berbagai bakteri yang akan menjangkiti burung jika banyak kotoran di sangkar), jangan memandikan burung jika cuaca selalu mendung dan udara dingin, penjemuran dilakukan saat ada panas matahari walaupun cuma sebentar, lakukan pengerodongan guna menjaga burung dari terpaan angin dan terutama banyaknya nyamuk jika musim hujan tiba.

Melakukan perawatan ekstra pada saat musim penghujan datang memang sangat diperlukan agar burung tetap bertahan dalam kondisi yang prima dan yang pasti tetap rajin mengeluarkan suara atau berkicau dengan gacor setiap harinya.
___________________________________________________________________________________________
download suara kicau, kicau gacor, merawat burung, penyakit burung, suara burung, suara kicau, suara kicauan, tips burung, tips burung pleci, tips merawat, tips perawatan, download kicau, kicau mp3, merawat burung, suara burung mp3, suara kicau, tips merawat, Tips Burung, Cara Merawat Burung, Suara Burung, Penyakit Burung, Download Mp3 Burung, Download Suara Burung, Perawatan, Obat Burung, Cara, Kicau

9 Permasalahan Lovebird Yang Perlu Anda Ketahui

Tempat Berbagi Tips Burung, Cara Merawat Burung, Suara Burung, Penyakit Burung, Download Mp3 Burung, Download Suara Burung, Perawatan, Obat Burung, Cara, Kicau :9 Permasalahan Lovebird Yang Perlu Anda Ketahui. Mengetahui berbagai permasalahan “Penyakit” yang sering terjadi dalam merawat burung lovebird juga merupakan suatu keharusan bagi pemeliharanya. Sebagai pemelihara diwajibkan untuk memberikan perawatan sebaik-baiknya pada hewan peliharaan kesayangannya.

9 Permasalahan Lovebird Yang Perlu Anda Ketahui
9 Permasalahan Lovebird Yang Perlu Anda Ketahui
Mempunyai pengetahuan berbagai permasalahan yang biasa terjadi dalam perawatan burung lovebird akan membuat kita menjadi lebih tenang, karena kita sudah tahu cara mengatasinya. Penting sekali anda untuk mengetahui beberapa daftar permasalahan yang biasa terjadi pada lovebird, seperti dibawah ini.

1. Permasalahan egg binding pada lovebird

Permasalahan dalam ternak lovebird yang sering mennyebabkan indukan betina mati adalah Egg binding atau biasa disebut dengan telur lengket. Untuk memperkecil kematian induk betina karena egg binding bisa dilakukan dengan cara seperti berikut:

  • Sediakan alat sepet (berisi minyak goreng yang masih baru/fresh sebanyak 1 ml).
  • Minyak goreng

Cara menanggulanginya:

  • Pegang lovebird dengan posisi terlentang, kemudian anda lolohkan menggunakan sepet yang berisi minyak goreng ke mulutnya.
  • Selanjutnya, teteskan minyak goreng pada anus LB. Setelah itu, urut secara perlahan-lahan dan sambil ditekan sesekali.
  • Setelah prose situ selesai, masukan kembali lovebird yang mengalami egg binding kedalam sangkar yang dikerodong. Lihat hasilnya pada keesokan harinya.


2. Permasalahan cacat kaki pada lovebird

Banyak sekali terjadi anakan lovebird yang kakinya tidak bisa untuk berdiri serta jari kaki tidak bisa mencengkeram dengan sempurna. Penyebab terjadinya hal ini dikarenakan bahan sarang yang terdapat pada sangkar tidak mencukupi dan mengakibatkan lovebird tidak memiliki dasar untuk berpijak pada tempat yang tidak licin.

Kasus ini sering terjadi pada dasar sangkar yang menggunakan papan triplek. Untuk itu sebaiknya gunakan papan yang belum diserut atau dihaluskan sebagai papan dasar pada sangkar.

Mengatasi anakan lovebird yang sudah terlanjur cacat bisa anda lakukan dengan memasung kakinya dengan kain. Caranya adalah tarik kedua kaki ketengah sedikit kencang.

3. Lovebird terkena snot

Pada artikel Kenali Penyebab Infeksi Mata pada Burung kami juga membahas masalah penyakit Snot. Jenis penyakit yang menyerang mata ini memang sangat berbahaya bagi burung Lovebird. Namun anda juga tidak perlu risau, karena jika di lakukan perawatan dengan baik penyakit Snot ini bisa disembuhkan.

Tanda umum pada lovebird yang terkena Snot adalah sering keluar cairan pada bagian mata, karena adanya rasa yang mengganggu maka burung akan sering menggosokan matanya pada tenggeran atau pada jeruji sangkar secara berulang-ulang, berkurangnya nafsu makan yang mengakibatkan tubuh menjadi kurus, adanya pembengkakkan disekitar kelopak mata yang berwarna merah, jika sudah terlalu lama burung mengalaminya maka tekstur kotorannya akan cair serta berwarna putih dengan bau yang menyengat.

Cara menangani lovebird yang terkena snot/penyakit mata

  • Sifat penyakit ini adalah menular, jadi sebaiknya burung dikarantina/dijauhkan dengan burung lainnya terlebih dahulu.
  • Hentikan proses memandikan dan penjemuran, kerodong sangkar (usahakan ada sedikit cahaya) dan tempatkan di ruangan yang sepi.
  • Berikan antibiotic serta vitamin agar kondisi burung tidak drop/lemah.
  • Oleskan obat khusus snot (anda bisa peroleh di toko burung) dengan menggunakan tisu pada bagian mata.
  • Hentikan pemberian makanan kangkung terlebih dahulu.
  • Tempat untuk minum usahakan yang berukuran kecil untuk menghindari lovebird mandi sendiri.
  • Semprotkan air rebusan daun sirih pada sangkar, air rebusan ini berguna untuk membunuh bakteri agar tidak berkembang biak.
  • Kotoran dalam sangkar harus selalu dibersihkan.
  • Dalam melakukan pengobatan, sebaiknya anda menggunakan sarung tangan guna menghindari tertularnya bakteri.


4. Permasalahan patek pada lovebird

Penyebab terjadinya patek atau cacar unggas adalah strain virus cacar, virus jenis ini juga dapat menyerang lovebird kesayangan anda. Resiko kematian unggas yang terkena patek/cacar sangat tinggi dan bersifat menular. Penularan virus ini bisa melalui nyamuk, terjadinya gesekan atau kontak langsung dengan permukaan burung yang terkena patek.
Penyakit patek terdiri dari dua jenis, yaitu patek kering (cutaneous) dan patek basah.

#1. Patek kering
Jenis penyakit ini pada umumnya akan menyerang kulit dengan timbulnya kutil pada bagian tubuh tanpa bulu seperti bagian sekitar mata, pangkal paruh, dan kaki.
Burung yang terkena patek/cacar bisa dilihat dari tandanya:

  • Adanya kutil pada bagian yang tidak berbulu
  • Jika virus ini sudah sampai mengganggu system saluran makan, maka burung akan terlihat kurus dan lemah.
  • Pernafasan burung menjadi tersengal-sengal.

#2. Patek basah
Burung yang terkena patek basah biasanya akan terdapat bercak putih yang menyerang selaput dimulut, kerongkongan, trakea, paru-paru. Akibat terjadinya patek basah ini maka system pernapasan burung akan terganggu dan kesulitan dalam makan.
Patek basah juga merupakan jenis penyakit yang menular. Penularan penyakit ini sama seperti penyakit patek kering diatas. Untuk proses pengobatannya juga sama dengan jenis penyakit patek kering.

5. Permasalahan nyilet pada lovebird
Loevbird nyilet adalah tulang dada yang terlihat menonjol atau dengan bahasa lain prominent keel/prominent breast bone. Dada nyilet sering diidentikan karena kekurangan gizi, namun tidak semua LB yang nyilet karena asupan gizi yang kurang, bisa juga karena adanya penyakit.

Penyebab umum terjadinya permasalahan nyilet pada lovebird antara lain:

  • Kandungan gizi pada makanan yang kurang.
  • Kurangnya porsi makan burung.
  • Burung terkena penyakit gondok.
  • Burung mengalami keracunan bahan logam berat.
  • Adanya permasalahan pada paruh.
  • Adanya gangguan parasit yang menyerang lovebird, seperti: Cacing gelang, giardia, lalat, kutu, serta tungau kulit.
  • Terjadinya infeksi yang diakibatkan oleh bakteri, jamur, dan virus.
  • Penyakit yang bisa mengakibatkan penurunan berat badan lovebird antara lain PDD (Proventricular Dilatation Disease), Aspergillosis, Psittacosis, Avian tuberculosis, Candida, Avian polyoma, WNV (west nile virus).

Pengobatan lovebird nyilet

  • Burung dikarantina/diisolasi dalam sangkar yang dikerodong.
  • Hentikan proses mandi dan penjemuran terlebih dahulu.
  • Berikan obat khusus nyilet (bisa di peroleh di toko burung)
  • Bersihkan kotoran burung setiap hari.


6. Tetelo pada lovebird

Tetelo merupakan penyakit yang menyerang system saraf burung. Tanda-tanda lovebird terkena tetelo adalah menggeleng-gelengkan kepala seperti terkena stroke.

Cara mengobatinya sama seperti pada lovebird yang terkena snot diatas, yang membedakan adalah jenis obatnya. Gunakan obat khusus untuk tetelo atau obat khusus syaraf yang banyak dijual di toko burung.

7. Kaki lemas pada lovebird

Penanganan lovebird yang kakinya lemas adalah dengan mengkarantina terlebih dahulu, kemudian kompres kaki dengan menggunakan air hangat dilanjutkan dengan mengurut kaki menggunakan minyak tawon 2 kali sehari (lamanya pengurutan bisa anda sesuaikan sendiri).

8. Lovebird berak kapur

Lovebird yang kotorannya seperti kapur atau biasa disebut dengan berak kapur, cara mengobatinya adalah dengan memberikan bawang putih untuk dimakan. Potong bawang putih berukuran kecil-kecil kemudian taruh pada wadah makanan (cukup setengah siaung saja).

9. Lovebird cabut bulu

Cabut bulu yang dilakukan lovebird bukan hanya karena adanya kutu atau kekurangan vitamin, namun bisa karena menderita stress fisiologis. Penyakit ini juga kerap terjadi pada burung paruh bengkok lainnya.

Stress fisiologis timbul akibat hidup menyendiri dalam sangkar, seperti yang kita tahu bahwa lovebird merupakan tipe burung yang senang berkoloni. Sehingga jika mengalami hidup sendiri maka bisa membuat burung stress secara fisiologis, salah satunya adalah hilangnya komunikasi dengan sesama lovebird serta tidak mendapatkan pasangan.

Akibat keadaan yang seperti itu maka burung menjadi stress dan meluapkan kegelisahannya dengan cara mencabuti bulu-bulunya.

Solusi terbaik pada burung yang cabut bulu akibat stress fisiologis adalah dengan mencarikan jodoh guna melampiaskan hasrat biologisnya.

Itulah beberapa permasalahan yang biasa terjadi pada perawatan burung lovebird, semoga bisa bermanfaat bagi para pecinta burung yang terkenal dengan ngekeknya. Sumber referensi artikel dari berbagai pengalaman kaskuser.
___________________________________________________________________________________________
download suara kicau, kicau gacor, merawat burung, penyakit burung, suara burung, suara kicau, suara kicauan, tips burung, tips burung pleci, tips merawat, tips perawatan, download kicau, kicau mp3, merawat burung, suara burung mp3, suara kicau, tips merawat, Tips Burung, Cara Merawat Burung, Suara Burung, Penyakit Burung, Download Mp3 Burung, Download Suara Burung, Perawatan, Obat Burung, Cara, Kicau

5 Penyebab Anis Merah Macet Bunyi dan Solusinya

Tempat Berbagi Tips Burung, Cara Merawat Burung, Suara Burung, Penyakit Burung, Download Mp3 Burung, Download Suara Burung, Perawatan, Obat Burung, Cara, Kicau :5 Penyebab Anis Merah Macet Bunyi dan Solusinya. Kondisi burung yang seringkali membuat gundah pemeliharannya adalah saat mengalami macet bunyi, karena hari-hari yang selalu dimanjakan oleh suara kicau burung kesayangan menjadi tidak terdengar lagi. Apalagi jika burung yang mengalami macet bunyi adalah anis merah, selain hilang suara kicaunya anda juga tidak bisa menikmati khas gaya telernya.

5 Penyebab Anis Merah Macet Bunyi dan Solusinya
5 Penyebab Anis Merah Macet Bunyi dan Solusinya
Penyebab anis merah macet bunyi

Enggannya burung anis merah mengeluarkan kicauannya atau macet bunyi bisa disebabkan karena adanya gangguan yang mempengaruhinya. Gangguan tersebut bisa dari internal burung tersebut maupun dari eksternal (kondisi luar AM). Berikut beberapa penyebab anis merah macet bunyi dan cara mengatasinya yang kami kutip dari group AMI.

#1. Anis merah stress

Kondisi stress yang dialami burung akan berakibat menjadi macet bunyi. Stress pada burung bisa disebabkan karena berbagai hal, misalnya adanya hewan lain yang mengganggu, dibawa ke tempat yang jauh perjalanannya, sangkar/kandang jatuh, dan lain-lain.

Solusi menangani AM macet bunyi karena stress adalah lakukan pemandian burung sesering mungkin (cara ini untuk membuat burung menjadi relaks). Jika burung sudah mulai menikmati mandi dengan senang, maka bisa menjadi tanda bahwa stress-nya sudah mulai menghilang. AM yang stress akibat melihat hewan lain (misalnya melihat kucing), maka harus segera dijauhkan dari hewan tersebut. Lakukan proses pengembunan 2 kali dalam seminggu, dan hari-hari lainnya dikerodong sampai kondisi stress hilang atau sudah mau berbunyi walau cuma sebentar.

#2. Anis merah over birahi

Kondisi birahi yang berlebihan pada anis merah juga akan membuat burung mengalami macet bunyi. Jika kondisi macet karena over birahi maka solusinya adalah lakukan pengembunan sesering mungkin dan jangan kerodong sangkar, letakkan sangkar pada tempat yang tenang/sepi.

#3. Anis merah kondisi mabung atau nyulam

Kondisi rutinitas yang tidak bisa dihindari oleh burung adalah mabung. Dalam kondisi seperti ini burung akan lebih banyak diam, bahkan jika saat mabung burung berbunyi maka kita seharusnya berusaha agar burung diam. AM yang sedang mabung memang sebaiknya harus diam agar proses pergantian bulunya selesai dengan sempurna.

Macet bunyi AM juga sering terjadi pada saat nyulam (bisa diartikan proses menganti bulu yang tidak selesai pada saat mabung).

#4. Anis merah kelar mabung

Saat baru selesai proses mabung, AM juga biasanya akan mengalami macet bunyi. Kondisi ini bisa disebabkan karena kegemukan yang diakibatkan banyaknya asupan nutrisi pada saat mabung, kondisi tubuh yang belum pulih.

Mengatasi kegemukkan pada anis merah bisa dilakukan dengan pemberian buah pepaya dan melakukan pengembunan secara normal. Jika macet akibat belum pulih kondisi tubuh setelah mabung, lakukan perawatan rutin seperti biasa dan berikan makanan yang banyak mengandung nutrisi.

#5. Lingkungan kurang nyaman

Kondisi lingkungan yang kurang nyaman atau kurang disukai, bisa juga membuat Anis merah menjadi malas untuk berbunyi. Perlu diketahui bahwa ada beberapa AM yang menyukai adanya teman lain disekitarnya, namun ada juga yang senang menyendiri. Maka sebaiknya anda mengetahui karakternya terlebih dahulu.

Pilih lokasi tempat menggantang yang cukup sirkulasi udaranya, cahaya yang masuk tidak terlalu terang dan tidak terlalu gelap. Berikan makanan EF (extra fooding) kroto karena sangat bagus untuk menormalisasi birahi dan bisa memicu burung jadi rajin berbunyi, minimal pemberian kroto 2 sampai 3 kali dalam seminggu.

Itulah beberapa factor penyebab anis merah macet bunyi dan berbagai solusinya. Selain solusi-solusi diatas, mengatasi macet bunyi juga bisa dengan memancingnya menggunakan suara AM betina.
___________________________________________________________________________________________
download suara kicau, kicau gacor, merawat burung, penyakit burung, suara burung, suara kicau, suara kicauan, tips burung, tips burung pleci, tips merawat, tips perawatan, download kicau, kicau mp3, merawat burung, suara burung mp3, suara kicau, tips merawat, Tips Burung, Cara Merawat Burung, Suara Burung, Penyakit Burung, Download Mp3 Burung, Download Suara Burung, Perawatan, Obat Burung, Cara, Kicau